Jurnalis : S.N.Astri.A
Potret awal pencarian korban tenggelam
Pammana News, 27 Desember 2017 pukul 07.00 waktu setempat, warga Cempa, Desa Pallawarukka, Kec. Pammana, Kab. Wajo, Sulsel, digegerkan dengan kabar tenggelamnya seorang gadis di sungai Walennae, tak sedikit suara-suara masyarakat yang tinggal disekitar jembatan gantung mengaku mendengar teriakan histeris dipagi itu.
Beberapa personil dari tim penolong (secara umum), mendirikan tenda di pinggiran sungai untuk menginap disana bersama dengan keluarga dari korban. Dan dihari kedua pukul 16.00 usaha pencarian korban yang tenggelam membuahkan hasil, korban ditemuan meninggal dan sudah setengah mengapung di daerah Tonrong Welado dengan kondisi pakaian masih melekat kecuali celana yang korban gunakan.
Tangis keluarga yang berada di posko pencarian pecah tatkala mendapat kabar bahwa korban telah ditemukan, tak berselang beberapa menit jenazah korban sudah sampai di posko, kemudian diteruskan ke RS. Sengkang
Pada awalnya, kabar tenggelamnya seorang gadis yang diketahui bernama Ani tersebut, beredar luas baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut dengan penjelasan logis mengenai sebab jatuhnya dari jembatan yaitu karena kondisi jembatan itu sendiri yang sudah memprihatinkan.
Namun lama-kelamaan, insiden jatuhnya gadis asal Pincengpute ini mengubah persepsi masyarakat sekitar tentang sebab terjadinya insiden ini. Terlebih lagi setelah dihadirkannya seorang dukun untuk menyebutkan dimana korban berada.
Ada dua persepsi mistis yang mewarnai pembicaraan masyarakat, yang pertama menurut warga yang masih percaya akan Kafue (kembaran yang terlahir dalam wujud hewan ghaib), dalam kepercayaan masyarakat sekitar, korban di ambil oleh kafue-nya yang tinggal di air yaitu seekor buaya. Persepsi yang kedua yaitu, menurut masyarakat yang sudah lama tinggal di sekitaran jembatan gantung, bahwa jembatan tersebut adalah jembatan tua yang memiliki penghuni ghaib seorang gadis berambut panjang, kemungkinan korban diganggu oleh penghuni jembatan tersebut.
penyebab tenggelamnya Ani yang jatuh dari jembatan gantung, mungkin akan menjadi perbincangan warga sekitar, namun yang pasti warga berharap pemerintah jangan menutup mata akan kondisi jembatan yang menjadi penghubung dua desa tersebut agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Pammana News, 27 Desember 2017 pukul 07.00 waktu setempat, warga Cempa, Desa Pallawarukka, Kec. Pammana, Kab. Wajo, Sulsel, digegerkan dengan kabar tenggelamnya seorang gadis di sungai Walennae, tak sedikit suara-suara masyarakat yang tinggal disekitar jembatan gantung mengaku mendengar teriakan histeris dipagi itu.
Beberapa personil dari tim penolong (secara umum), mendirikan tenda di pinggiran sungai untuk menginap disana bersama dengan keluarga dari korban. Dan dihari kedua pukul 16.00 usaha pencarian korban yang tenggelam membuahkan hasil, korban ditemuan meninggal dan sudah setengah mengapung di daerah Tonrong Welado dengan kondisi pakaian masih melekat kecuali celana yang korban gunakan.
Tangis keluarga yang berada di posko pencarian pecah tatkala mendapat kabar bahwa korban telah ditemukan, tak berselang beberapa menit jenazah korban sudah sampai di posko, kemudian diteruskan ke RS. Sengkang
Pada awalnya, kabar tenggelamnya seorang gadis yang diketahui bernama Ani tersebut, beredar luas baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut dengan penjelasan logis mengenai sebab jatuhnya dari jembatan yaitu karena kondisi jembatan itu sendiri yang sudah memprihatinkan.
Namun lama-kelamaan, insiden jatuhnya gadis asal Pincengpute ini mengubah persepsi masyarakat sekitar tentang sebab terjadinya insiden ini. Terlebih lagi setelah dihadirkannya seorang dukun untuk menyebutkan dimana korban berada.
Ada dua persepsi mistis yang mewarnai pembicaraan masyarakat, yang pertama menurut warga yang masih percaya akan Kafue (kembaran yang terlahir dalam wujud hewan ghaib), dalam kepercayaan masyarakat sekitar, korban di ambil oleh kafue-nya yang tinggal di air yaitu seekor buaya. Persepsi yang kedua yaitu, menurut masyarakat yang sudah lama tinggal di sekitaran jembatan gantung, bahwa jembatan tersebut adalah jembatan tua yang memiliki penghuni ghaib seorang gadis berambut panjang, kemungkinan korban diganggu oleh penghuni jembatan tersebut.
penyebab tenggelamnya Ani yang jatuh dari jembatan gantung, mungkin akan menjadi perbincangan warga sekitar, namun yang pasti warga berharap pemerintah jangan menutup mata akan kondisi jembatan yang menjadi penghubung dua desa tersebut agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar